ETIKA SOSIAL
ETIKA
SOSIAL
Dosen
Pengampu :
Dr.
Selfi Budi Helpiastuti, M.Si
Mata Kuliah Etika Administrasi B1/
Kelompok 2
Disusun Oleh :
Amyuni Maulia 190910201060
Andan Pusposeruni 190910201061
Muhammad Amirul Mustofa
190910201121
PENDAHULUAN
Etika
secara etimologi berasal dari Bahasa Yunani yaitu ethos dan ethiko. Ethos
memiliki arti sifat, watak, kebiasaa. Dan ethikos memiliki arti susial,
keadaan, atau kelakuan dan tingkah laku yang baik. Etika pada hakikatnya
membahas tentang rasionalitas nilai tindakan manusia, tentang baik dan buruknya
sebuah Tindakan. (Esha, 2010). Menurut I.r. Peodjawijatna, dalam bukunya etika,
mengemukakan bahwa etika merupakan cabang dari filsafat. Etika mencari
kebenaran dan sebagai filsafat. Etika mencari kebenaran dan sebegai filsafat
mencari keterangan benar yang sedalam-dalamnya. Etika bertugas mencari ukuran
baik buruknya tingkah laku manusia. Etika menentukan tindakan manusia manakah
yang baik. Sementara itu etika sosial adalah keteraturan hidup yang dijalankan
oleh seseorang atau suatu kelompok yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari,
misalnya dalam pergaulan dengan beragam contoh lingkungan sosial di sekolah,
masyarakat atau keluarga sehingga hubungan sosial menjadi sesuai dengan apa
yang diharapkan. Oleh sebab itu dengan pembuatan paper mengenai etika sosial
ini sedikit banyak diharapkan dapat memahami tenang etika sosial, macam-macam
dari etika sosial, serta contoh yang relevan dari etika sosial itu sendiri.
PEMBAHASAN
A. Pengertian Etika Sosial
Etika
sosial sering dikenal sebagai Code, artinya dalam kehidupan manusia
terdapat prinsip-prinsip berupa moral yang menjadikan kriteria kelayakan atau
kepatutan yang berupa integrasi dan kejujuran yang direfleksikan dalam
kehidupan melalui sikap-sikap yang diyakini sebagai pembenaran dalam lingkungan
sosial bermasyarakat. Maka dari itu etika sosial menjadi suatu pedoman untuk
menertibkan keadaan sosial sehingga dalam pembahasan ini pula etika dijadikan
sebagai penjaga nilai-nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat.
Etika
sosial merujuk pada etika yang berkenaan dengan suatu sosietas yang secara
khusus berhubungan dengan pengaturan secara normative relasi-relasi sosial
dalam rangka tatanan hidup bersama. Menurut Usman Sunyoto (2012) mendefinisikan
etika sosial adalah penglaman yang dilakukan oleh seseorang akan nilai-nilai
yang diyakini baik (terpuji), buruk(tercela) dan terpercaya sehingga atas
tindakan tersebutlah memunculkan makna tersirat kepada pihak lain (seseorang
atau kelompok). Etika dalam kehidupan sosial adalah serangkaian Tindakan akan
penerapan nilai-nilai dalam kehidupan masyarakat yang dilembagakan untuk
mencegah rusaknya tatanan sosial (social order) yaitu berupa sikap saling
curiga, tindakan anarkis, atau mengamuk masa yang dimana semua itu mengancam
keberlangsungan hidup masyarakat.
B. Macam – Macam Etika Sosial
Berdasarkan
bidang ilmu sosiologi, etika sosial pada umumnya di bagi menjadi dua macam
yaitu etika dalam kebijakan publik dan etika dalam kegiatan sosial.
1. Etika
dalam Kebijakan Publik
Etika
dalam kebijakan publik adalah standart nilai yang dapat meberikan pemahaman
kepada pemerintah maupun masyarakat dalam mengambil suatu tindakan. Pembuatan
standart nilai ini berkaitan dengan mana yang benar dan mana yang salah serta
mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan. Tindakan ini
jelas sehingga memiliki tujuan untuk memecahkan masalah atau menjawab kebutuhan
tertentu yang ada di masyarakat. Terdapat beberapa nilai yang digunakan sebagai
acuan, referensi, dan penuntun dalam etika kebijakan publik, nilai tersebut
adalah:
a. Nilai
efesiensi yaitu nilai penggunaan sumber dana dan daya yang dimiliki secara
tepat, tidak boros, dan dapat dipertanggungjawabkan.
b. Nilai
membedakan milik pribadi dan milik kantor. Seseorang harus dapat membedakan
antara milik kantor dan milik pribadi dalam menggunakan sesuatu.
c. Nilai
impersonal. Dalam berkomunikasi dengan orang lain dalam suatu organisasi
hendaknya dilaksanakan secara formal (impersoal).
d. Nilai
marytal system. Dalam kaitannya dalam penerimaan dan promosi hendaknya
dilaksanakan dengan tidak berdasarkan pada hubungan kekerabatan melainkan
dengan pengetahuan, keterampilan, kemampuan, dan pengalaman.
e. Nilai
responsible. Dalam nilai ini seseorang hendaknya memiliki rasa tanggung jawab
serta kemempuan dan kecakapan dalam menjalankan tugas dan wewenangnya.
f. Nilai
responsivitas yaitu berkaitan dengan daya tanggap terhadap permasalahan yang
dihadapi oleh masyarakat serta kecepatan dalam menanggapi permasalahan
tersebut.
2. Etika
dalam Kegiatan Sosial
Etika
dalam kegiatan sosial adalah beberapa tindakan dari penerapan nilai-nilai dalam
kehidupan masyarakat. Tindakan-tindakan tersebut dilakukan untuk mencegah
rusaknya tatanan sosial (social order).
Rusaknya tatanan sosial yang dimaksud di sini yaitu berupa sikap saling curiga,
tindakan anarkis, atau tindakan mengamuk masa yang tentu saja hal-hal tersebut
menjadi suatu ancaman akan keberlangsunan hidup di masyarakat.
C. Contoh Etika Sosial
Ada
banyak sekali contoh dari etika sosial mulai dari bagaimana kita menghormati
orang yang lebih tua hingga bagaimana seorang birokrat bersikap. Dikarenakan
ada banyak sekali contoh dari etika sosial maka disini hanya akan di bahas
beberapa contoh dari etika sosial.
1. Etika
Sosial di Masyarakat
Ada
banyak contoh etika sosial yang tumbuh di masyarakat. Etika yang ada di masyarakat
sangat erat kaitannya dengan norma yang berlaku di masyarakat tersebut. Sebagai
contoh ketika bertamu di rumah kawan yang lawan jenis biasanya ada batasan
waktu sampai pukul 10 malam. Ketika melewati batas jam tersebut mungkin tidak
ada hukuman secara fisik yang diberikan, tetapi akan ada sanksi berupa
pengucilan di kalangan masyarakat sekitar. Selain itu sopan santun adalah salah
satu contoh dari etika sosial di masyarakat yang masih ada hingga sekarang dan
perlu dilestarikan, yang lebih muda berbicara lebih sopan kepada yang lebih tua
adalah salah satu bentuk dari etika sosial yang ada di masyarakat.
2. Etika
Sosial di Kantor/ Pemerintahan
Seseoranga
yang bekerja dalam sebuah instansi atau kantor terutama kantor pemerintahan
biasanya memiliki kode etik, begitupun dengan para pegawai negeri sipil.
Beberapa etika yang harus di junjung oleh ASN diantaranya adalah memberikan
pelayanan yang prima dan tidak diskriminatif terhadap masyarakat, melayani
dengan baik, menjunjung tinggi dan menjalankan SOP, memberikan pelayanan secara
tepat dan terbuka, bertanggung jawab, hormat dan santun dan lain sebagainya.
Oleh karena itu akan sangat mudah menilai seorang ASN yang tidak beretika
ketika dihadapkan dengan etika yang seharusnya mereka miliki dan terapkan dalam
kehidupan sehari-hari dalam bekerja.
3. Etika
Sosial dalam Kebijakan Publik
Kebijakan
publik yang dibentuk dalam sebuah peraturan baik itu peraturan
perundang-undangan maupun keputusan pemimpin haruslah mencerminkan kebutuhan
masyarakat saat itu dan memenuhi urgensi dan menjawab masalah yang ada.
Tentunya kebijakan publik yang dihasilkan juga harus efektif dan efisien dan
memiliki tujuan yang jelas yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
KESIMPULAN
Etika
adalah salah satu bagian dari filsafat yang berbicara tentang baik dan buruknya
sesuatu hal. Ada berbagai jenis etika yang salah satunya adalah etika sosial.
Etika sosial sering dikenal sebagai Code, artinya dalam kehidupan
manusia terdapat prinsip-prinsip berupa moral yang menjadikan kriteria
kelayakan atau kepatutan yang berupa integrasi dan kejujuran yang direfleksikan
dalam kehidupan melalui sikap-sikap yang diyakini sebagai pembenaran dalam
lingkungan sosial bermasyarakat. Etika sosial bertujuan sebagai pedoman yang
menjaga nilai-nilai di dalam masyarakat sehingga studi tentang etika terutama
etika sosial menjadi sangat penting. Oleh karena itu ketika berbicara mengenai
etika sosial maka tidak akan pernah lepas dari norma yang ada dalam masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
Santoso, Budi. 2018. Esensi Manusia Sebagai
Makhluk Sosial. https://adab.radenfatah.ac.id/main/index.php/2018/07/28/esensi-manusia-sebagai-makhluk-sosial/. (diakses pada 21 Mei 2021)
Ais, Muanisah. 2018. Pentingnya Beretika bagi
Setiap Umat Manusia. https://www.kompasiana.com/muanisahais0057/5ba1f5bdaeebe107621359c4/pentingnya-ber-etika-bagi-setiap-umat-manusia. (diakses pada 21 Mei 2021)
Abda’u, Fajar. 2016. Pentingnya Beretika. https://www.google.com/amp/s/www.kompasiana.com/amp/abdau/pentingnya-beretika_57418691a723bdc0271831f0. (diakses pada 21 Mei 2021)
Usman Sunyoto. 2012. SOSIOLOGI Sejarah, Teori
dan Metodologi. Pustaka Pelajar: Jogjakarta
Augustama, Hendy. 2017. Etika Sosial.
Makalah. Dikutip dari http://ekanurul21.blogspot.com/2017/03/makalah-etika-sosial.html?m=1. 21 Mei.
DosenSosiologi. 2019. Pengertian Etika
Sosial, Macam, dan Contohnya di https://dosensosiologi.com/etika-sosial/#Macam_Etika_Sosial (diakses 21 Mei).
Tiara Novita. 2015. Etika Kebijakan Publik di
http://kumpulanpuisitiaranovita.blogspot.com/2015/10/etika-kebijakan-publik.html?m=1 (diakses 21 Mei).
Parsaoran Jimmy Arief Saud. 2018. Kode Etik
Aparatur Sipil Negara. https://bkpsdmd.babelprov.go.id/content/kode-etik-aparatur-sipil-negara. Diakses pada 21 Mei 2021

Komentar
Posting Komentar